Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dinamika revitalisasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bentuk dari resolusi konflik yang sedang terjadi di dalam sepakbola Indonesia. Resolusi konflik ini merupakan langkah yang dilakukan pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terhadap Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) yang mengelola sepakbola Indonesia.Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori public relations, khususnya teori citra Frank Jefkins yang digunakan untuk melihat bagaimana kesan dan gambaran publik sepakbola Indonesia terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Teori lain yang digunakan adalah teori revitalisasi yang digunakan untuk mengukur sejauh mana proses atau cara pemerintah untuk menjadikan sepakbola Indonesia sebagai upaya memperbaiki citra pemerintah dengan melakukan pembenahan terhadap PSSI. Lalu teori konflik Lewis Coser digunakan untuk melihat faktor-faktor yang memunculkan terjadinya konflik dalam sepakbola.Untuk paradigma penelitian digunakan konstruktivisme, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus Hasil penelitian dan analisis didasarkan kepada wawancara, observasi, dokumen dan pemberitaan media.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa konflik ini sengaja diciptakan untuk meningkatkan citra yang positif bagi pemerintahan Jokowi-JK. Konflik ini digunakan sebagai cara pemerintah untuk mengkonsolidasikan pengaruhnya di PSSI.
Copyrights © 0000