Artikel ini mengulas tentang pilihan kosakata dalam nilai ekspriensial yang dilakukan guru perempuan Bugis dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Dalam kajian tersebut, tuturan guru dalam mengajar dipandang sebagai interaksi verbal yang menjadi muara terhadap terciptanya praktik kekuasan. Praktik-praktik kekuasaan itu ditelusuri melalui pilihan kosakata yang terlihat dalam nilai ekspriensial. Model analisis wacana yang digunakan adalah model Norman Fariclough pada wilayah teks, yakni kosakata. Pilihan kosakata dilihat dari nilai ekspriensial ditemukan penggunaan kosakata yang berefek meyakinkan, pendominasian, dan pengontrolan. Hasil analisisnya ditemukan bahwa perlawanan guru perempuan Bugis dalam wacana kelas merupakan bentuk ketidakpuasan atas tradisi patriarki yang berlaku dalam masyarakat.
Copyrights © 2018