Kandai
Vol 11, No 1 (2015): KANDAI

CAMPUR KODE BAHASA DAYAK NGAJU DAN BAHASA INDONESIA PADA KICAUAN TWITTER REMAJA DI PALANGKARAYA

Andi Indah Yulianti (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jun 2017

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian tentang campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Dayak dalam kicauan Twitter remaja di Kota Palangkaraya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode yang terdapat dalam kicauan Twitter mereka. Untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode dalam kicauan Twitter remaja Palangkaraya, digunakan teori campur kode yang mengacu pada pendapat Suwito tentang campur kode. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Tipe-tipe campur kode yang terdapat pada penggunaan campur kode bahasa Indonesia dan Bahasa Dayak Ngaju dalam kicauan Twitter kalangan remaja di Kota Palangkaraya diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu: (1) penyisipan unsur-unsur yang berupa kata, (2) penyisipan unsur-unsur yang berupa frasa, (3) penyisipan unsur-unsur yang berupa klausa, dan (4) penyisipan unsur-unsur yang berwujud idiom. Semantara itu, faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode pada kicauan Twitter remaja di Kota Palangkaraya dapat diklasifikasikan menjadi: (1) keinginan penutur menunjukkan gengsi/prestise, (2) keinginan penutur untuk membuat lelucon, (3) keinginan penutur untuk menjelaskan sesuatu, (4) ketepatan rasa (makna), dan (5) kurangnya kosakata bahasa Dayak Ngaju untuk menjelaskan suatu makna.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

kandai

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai ...