Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol 10, No 2 (2018): PATANJALA Vol. 10 No. 2, JUNE 2018

TARI DIBINGI: SEBUAH UPAYA PENGGALIAN DATA AWAL TARIAN TRADISIONAL YANG TERANCAM PUNAH DI KABUPATEN PESISIR BARAT, LAMPUNG

Irvan Setiawan (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Sep 2018

Abstract

Kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam pada saat ini sedang menghadapi tantangan pelestarian akibat pengaruh budaya modern yang semakin mewabah pada sebagian besar generasi muda. Kesenian tradisional, salah satunya, merupakan unsur budaya yang sebenarnya dapat bertahan dengan cara mengkolaborasikan dengan gerak, tata panggung ataupun suara  dari kesenian lainnya yang menjadi senjata cukup ampuh minimal untuk mempertahankan jumlah peminatnya. Lain halnya dengan kesenian tradisional yang masih erat dalam memegang teguh prosedur adat seperti halnya tari dibingi sebagai sebuah tari tradisional yang ada di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung. Ketentuan untuk mengadakan tahapan baik sebelum dan setelah pergelaran, membuat seniman kesulitan untuk mempergelarkan tari dibingi. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif ini merupakan sebuah penggalian data awal sebagai salah satu upaya memperkenalkan kembali keberadaan tari dibingi di tengah masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.Indonesia's diverse cultural richness is currently facing the challenge of conservation due to the increasingly prevalent modern culture in most of the younger generation. Traditional art is one of them, which is an element of culture that can actually survive by collaborating with movements, stage performance, or the sound of other arts. It becomes a minimal powerful weapon to maintain the number of interested ones. It is different with the traditional arts that are still closely held to the traditional procedures, such as Dibingi Dance as a traditional dance in Pesisir Barat Regency, Lampung Province. The stages of rule to perform Dibingi Dance, both before and after, create difficulties for the artists. This qualitative descriptive research is an initial data extraction that attempts to reintroduce the existence of Dibingi Dance in the community, especially the people in Pesisir Barat Regency.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

patanjala

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Patanjala means river water that constantly flowing along the path through to the estuary. As well as the characteristics of river water, all human have to work and do good deeds, with focus on future goals. Patanjala is a journal containing research results on cultural, artistic, and film values as ...