An1mage Jurnal Studi Kultural
Vol 3 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural

Perkawinan Adat Dayak Ma'anyan sebagai Ujud Pendidikan Masyarakat

Sintani, Sana (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jan 2018

Abstract

Perkawinan merupakan hal yang kodrati baik dari aspek kebutuhan biologis maupun sosial. Dilihat dari kebutuhan biologis, perkawinan mengarah kepada upaya untuk meneruskan keturunan; sedangkan dari struktur sosial mengarah kepada kelembagaan tradisi atau adat yang ada di masyarakat.  Perkawinan di kalangan suku dan adat istiadat. Budaya prosesi perkawinan dipertahankan sebagai norma kebersamaan oleh masing-masing suku. Setiap pelaksanaan perkawinan adat, acara adat yang dilakukan yang dapat dilihat sebagai ujud pendidikan masyarakat. Adat merupakan bagian dai kebudayaan yang menentukan nilai-nilai mengenai manusia. Tradisi perkawinan di Suku Dayak Ma’anyan merupakan kebiasaan turun-temurun yang diwariskan sehingga melekat dalam Masyarakat Dayak Ma’anyan. Acara perkawinan adat tidak dipisahkan satu dengan lainnya karena adat melekat dan menyatu dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Tradisi perkawinan adat di Dayak Ma’anyan sudah ada sebelum kekristenan masuk ke area tempat tinggal mereka. Sejalan dengan perkawinan adat di Dayak Ma’anyan ada acara adat yang masih dilestarikan yaitu turus tajak yakni bagian dari rangkaian kegiatan acara perkawinan menurut adat di Dayak Ma’anyan. Turus tajak yaitu acara kumpul kerabat kedua belah pihak dari mempelai, para undangan memberikan bantuan berupa uang secara sukarela. Turus tajak selalu dilakukan dalam perkawinan adat di Dayak Ma’anyan, jika tidak dilakukan maka tidak lengkap.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

ajsk

Publisher

Subject

Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan ...