An1mage Jurnal Studi Kultural
Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural

Perempuan dan Kejahatan Cyber: Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Perempuan di Media Sosial

Setyorini, Nurul (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kejahatan cyber dalam pemberitaan perempuan di media sosial; (2) praktik wacana pemberitaan perempuan di media sosial; dan (3) praktik sosial wacana pemberitaan perempuan di media sosial. Wacana pemberitaan perempuan di media sosial.  Teori yang digunakan adalah teori dari Fairclough tentang Analisis Wacana Kritis. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode tiga dimensi dari Fairclough yang terdiri dari deskripsi, interprestasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian ini terdiri dari tiga bahasan, yaitu (1) kekerasan cyber dalam media sosial, (2) praktik wacana, dan (3) praktik sosial. (1) Kekerasan cyber dalam media sosial berupa komentar kasar, komentar seks, argumen yang memberikan stigma tentang perempuan, memarginalkan perempuan dan penyebaran kebencian. (2) Praktik wacana menyoal tentang media berita online melihat perempuan sebagai masyarakat paling banyak menggunakan media sosial. Selanjutnya, media sosial, pada saat ini bukan suatu konsumsi bagi masyarakat menengah ke atas, tetapi semua kalangan dapat menikmatinya. (3) Sosial praktik menyoal kehidupan masyarakat yang mempunyai perspektif bahwa perempuan adalah objek menarik untuk dieksploitasi. Dengan demikian, masyarakat yang patriarki ini diimplementasikan dalam wujud berita online sehingga argumen pembaca mengarahkan pada kasus-kasus perempuan.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

ajsk

Publisher

Subject

Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan ...