Diabetes Mellitus ( DM ) merupakan penyakit kronis berjangka panjang yang bila diabaikan dapat menyebabkan komplikasi diabetik. Komplikasi tersering yang dialami Diabetes Mellitus ( DM ) tipe 2 adalah neuropati, retinopati, nefropati dan penyakit jantung koroner. Penatalaksanaan pengendalian diabetik berperan penting dalam mencegah komplikasi diabetik yang disertai dengan pemeriksaan kadar HbA1c secara berkala yang digunakan untuk menilai status glikemik jangka panjang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penatalaksaan pengendalian diabetik dan hubungannya dengan kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Mellitus ( DM ) tipe 2 di Rumah Sakit Umum dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung. Rancanganpenelitian yang digunakan merupakan penelitian yang bersifat analitik dengan pendekatan disain Cross Sectional dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Variabel penatalaksanaan pengendalian diabetik meliputi edukasi, terapi nutrisi medis, latihan jasmani dan terapi farmakologis. Analisa univariat dilakukan dengan menghitung persentase distribusi frekuensi setiap variabel dan kadar HbA1c serta analisa bivariat menggunakan ujiKorelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan 95 % dapat diyakini bahwa terdapat hubungan yang yang berkorelasi negatif antara tingkat penatalaksanaan pengendalian diabetik dengan kadar HbA1c pada penderita Diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum dr.H.Abdul Moeloek Bandar Lampung dengan nilai koefisien korelasi ( r ) hitung > koefisien korelasi ( r ) tabel.
Copyrights © 2016