Antibiotik seharusnya merupakan obat yang kuat untuk membunuh bakteri. namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri resisten terhadap antibiotik. Sifat resistensi bakteri terhadap antibiotik sangat penting untuk disampaikan hasilnya secara berkala, karena tiap wilayah pola resistensi kuman berbeda-beda, dimana resistensi kuman terhadap antibiotik dipengaruhi oleh intensitas paparan antibiotik, dimana di suatu wilayah yang tidak terkendalinya penggunaan antibiotik cenderung akan meningkatkan resistensi kuman yang tadinya sensitive. Tujuan penelitian ini mengetahui resistensi bakteri Gram Positif terhadap antibiotik dan mengetahui sensitifitas bakteri Gram Positif terhadap antibiotik di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Lampung tahun 2012 sampai 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriftif, yaitu mengumpulkan data di Laboratorium Mikrobiologi UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung, dengan variabel penelitian bakteri Gram Positif dan antibiotik. Populasi adalah data tes sensitivitas bakteri Gram Positif terhadap antibiotik. Analisa data univariat yaitu untuk memperoleh persentase resistensi dan sensitifitas bakteri Gram Positif terhadap antibiotik. Di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Lampung tahun 2012, bakteri Gram Positif yang resisten tertinggi terhadap antibiotik Ampisilin, Erytromycine, Cefrazidime dan Cefadroxil, tahun 2013 Cefotaxime, Cefrazidime dan Cefadroxil, tahun 2014 Ampisilin, Cefrazidime dan Amocksisilin. Tahun 2012, bakteri Gram Positif yang sensitif tertinggi terhadap antibiotik Amikasin, Ceproflocaxine, dan Co-trimoxazol, tahun 2013 dan tahun 2014 sensitif terhadap Nitrofurantoine dan Netilmicin. Jenis kuman yang paling banyak ditemukan adalah Staphylococcus sp.
Copyrights © 2016