SYARI'AH : Jurnal Ekonomi Syari'ah
Vol 2 No 3 (2015): ekonomi syari'ah

ZAKAT HASIL PERTANIAN ; (Ditinjau Melalui Pendekatan Tafsir, Hadits dan Fiqh)

Qusthoniah, Qusthoniah (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Dec 2016

Abstract

Menurut syariat islam, zakat hasil pertanian bila telah sampai satu nisab wajib dibayar, kewajiban mengeluarkan zakat hasil pertanian adalah dihari memanennya. Hal itu berdasarkan surah Al-Baqarah ayat 267 dan Al-An’am ayat 141 serta hadist-hadist shahih dan ijma’. Hukum ini disepakati oleh semua ulama. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang jenis-jenis tanaman yang wajib dikeluarkan zakanyat, perlu dan tidaknya nisab, kebolehan mengeluarkan hutang dari hasil panen, dan kebolehan mewakilkan zakat kepada pajak bumi. Mengenai jenis tanaman yang wajib dizakatkan ditetapkan untuk semua hasil pertanian yang mendatangkan pendapatan bagi manusia, maka hukumnya adalah wajib zakat; kalau pengairannya secara alami zakatnya 1/10 dan kalau disirami maka zakatnya 1/20 bagian. Hal itu berdasarkan keumuman ayat 267 dalam surah Al-Baqarah (tentang perintah mengeluarkan zakat atas semua panghasilan), dan Surah Al-An’am ayat 141 (tentang perintah mengeluarkan zakat ketika panen) serta keumuman hadist shahih. Nisab untuk zakat hasil pertanian itu sangat diperlukan. Karena dengan nisab itulah dapat dikatakan seseorang wajib zakat atau tidaknya membayar zakat. Nisab zakat hasil pertanian adalah 5 wasaq = 930 liter. Hal ini berdasarkan hadist shahih. Bila tanaman itu tidak dapat diukur dengan wasaq / takaran maka ketentuannya disamakan dengan harga tanaman seharga 5 wasaq/ 930 liter tersebut

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

syariah

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

Jurnal Syari’ah merupakan jurnal Ekonomi Syari’ah dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ekonomi Syari’ah Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan ...