Ada beberapa perbedaan mendasar dalam mendefinisikan teologi islam sejak masa Muhammad SAW. Beberapa diantaranya lahir dan muncul dari aspek politik, dan beberapa dari aspek lain. Dua paham teologi yang paling terkemuka adalah Ash’ariyya yang bersumber dari golongan Sunni muslim, dan Mu’tazilah dari Syi’ah. Salah satu ulama produktif abad 19 Syeikh Nawawi Bantani menulis buku salah satunya adalah Fatḥ al-Majīd. Dalam buku teologi biasanya penuis mendeskripsikan dirinya ke dalam salah satu aliran. Namun sebaliknya, Nawawi yang meskipun dirinya mengakii sebagai Asy’ariyyah, tetapi dalam beberapa pembahasan dia membela Mu’tazilah. Pada satu sisi ia membela Asy’ariyyah dalam masalah zat Tuhan dan atributnya yang tidak terpisah. Mengenai Qur’an apakah diciptakan atau tidak, ia mengambil kedua pendapat Asy’ariyyah dan Mu’tazilah, seperti ulama Sunni lainnya, Nawawi dengan Fatḥ al-Majid nya mencoba untuk memodifikasi aliran teologi Asy’ariyyah. Keywords: Theology, Islam, Ash’ariyya,Nawawi al-Bantani
Copyrights © 2014