Ketinggian nilai sastra bukan hanya terdapat dalam Al-Qur'an saja, melainkan juga dalam hadits-hadits Nabi. Sebagaimana halnya AlQur'an, hadits-hadits Nabi dinilai terbebas dari kecacatan dan pertentangan kebahasaan, baik dari segi keserasian huruf-hurufnya atau kalimat-kalimatnya. Hal inilah yang mendorong derajat ketinggian sastra dalam hadits. Rasulullah saw bersabda, 'Aku dianugerahi sesuatu yang belum dianugerahkan kepada siapapun sebelumku. Di antara anugerah itu adalah jawami' al-kalam.'Tulisan ini memaparkan beberapa sisi kesusasteraan yang terdapat dalam hadits Nabi, terutama dalam tinjauan ilmu Badi’, sebagai salah satu cabang ilmu sastra Arab, ilmu Badi' memfokuskan kajian pada keindahankeindahan lafadz dan keindahan makna. Dari lima buah hadits yang dijadikan objek kajian, penulis menemukan setidaknya delapan segi ilmu Badi' yaitu : jinas naqsih muthlaq, jinas isytiqaq, sihhatut taqsim, thibaq ijab, thibaq salb, uslubul hakim, raddul 'ajzi ila ash-shadril iqtibas, dan saja'al mutharraf. Kata Kunci : Balaghah, Badi', Hadits Nabi
Copyrights © 2011