Nama atau sebutan Syiah memang sudah tidak asing bagi kita. Akan tetapitentang aspek pemikiran teologi yang mewarnai doktrin akidah mereka belumbanyak diketahui. Tulisan ini merupakan suatu kajian yang berupaya mengungkapaspek pemikiran teologi yang mewarnai doktrin akidah kaum Syiah. Deskripsihasil kajian ini menggambarkan bahwa pemikiran teologi yang paling kuat memberiwarna bagi doktrin akidah kaum Syiah yang membuat berbedanya doktrin akidahmereka dari akidah yang dianut umat Islam pada umumnya ialah tentang imâmahdan rukun iman. Imâmah ialah kepemimpinan pengganti Nabi setelah beliau wafatdan kepemimpinan seterusnya. Menurut kaum Syiah, imam (pemimpin) umatsetelah Nabi wafat adalah âAlî bin Abi Thâlîb dan kemudian dilanjutkan secaraturun-temurun olah keturunannya. Imam-imam itu oleh mereka dianggap sebagaiorang-orang yang mashûm, yakni terpelihara dari berbuat dosa atau kesalahan.Bagi mereka kepercayaan terhadap imâmah ini adalah bagian dari akidah. Karenaitu, mereka menjadikan imâmah salah satu rukun iman. Rukun iman bagi merekaterdiri dari Tauhid, Kenabian, Hari Kemudian, dan Imâmah. Dari sini terlihat segiperbedaan doktrin akidah kaum Syiah dari ajaran akidah yang dianut umat Islampada umumnya.
Copyrights © 2010