Escherichia coli merupakan penyebab utama infeksi traktus genitalis pria meliputi epididimitis, prostatitis dan orchitis yang bersifat asimtomatis. Infeksi traktus genitalis dapat menyebabkan infiltrasi lekosit ke saluran reproduksi yang menyebabkan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) tinggi. ROS mengoksidasi DNA dengan indikator terbentuknya 8-OHdG. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar 8-OH-dG pada semen pria infertil yang terinfeksi Escherichia coli. Sampel penelitian adalah 40 semen pria infertil . Semen dibagi menjadi 3 bagian. Masing-masing bagian digunakan untuk identifikasi bakteri, analisis semen dan penentuan kadar 8-0H-dG. Identifikasi bakteri dikerjakan dengan teknik kultur standart bakteriologi, analisis spermatozoa dilakukan secara konvensional menurut kriteria WHO, penentuan kadar 8OHdG menggunakan metode HPLC. Hasil analisis spermatozoa adalah 5 sampel normospermia, 1 sampel astenospermia, 11 sampel teratospermia, 8 sampel astenoteratospermia, 6 sampel oligoteratospermia, 9 sampel oligoastenoteratospermia. Hasil kultur didapat bahwa 18 sampel steril, semen terinfeksi Escherichia coli sejumlah 4 sampel, enterobacter aerogenes: 5 sampel; Streptococcus faecalis: 4 sampel; Pseudomonas: 3 sampel; Staphylococcus epidermidis: 6 sampel. Kadar 8OHdG pada semen yang terinfeksi Escherichia coli lebih tinggi daripada normospermia. Dari penelitian ini dapat disimpulkan infeksi traktus genitalis oleh Escherichia coli secara tidak langsung dapat menginduksi kerusakan DNA spermatozoa dengan indikator terbentuknya 80HdG.
Copyrights © 2010