Hotel dikelola secara komersial untuk menyediakan pelayanan/jasa untuk umum. Industri perhotelan dalam meningkatkan produktivitas pelayanan tentunya dikarenakan beberapa hal yang mendasar, diantaranya faktor kultur (budaya) perusahaan dan sumber daya manusia sebagai karyawan. Budaya yang kuat memiliki ciri nilai inti organisasi yang dianut dengan kuat, diatur dengan baik dan dirasakan bersama secara luas. Budaya organisasi merupakan produk dari seluruh figur perusahaan, mulai dari orang-orangnya, baik dari segi keberhasilan maupun kegagalannya. Masalah yang biasa dihadapi karyawan adalah bagaimana cara menyesuaikan diri secara proaktif dengan budaya perusahaan agar tidak terjadi konflik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya pelayanan pada industri perhotelan hubungannya dengan peningkatan kinerja human capital. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Hasil penelitian menyimpulkan pertama, perusahaan harus melakukan proses rekrutmen untuk memilih SDM yang sesuai yang dibutuhkan pada bisnis yang sedang berjalan, seperti halnya memberikan pelatihan untuk meningkatkan bakat SDM. Kedua, laporan, evaluasi, dan ulasan kinerja setiap bulannya dari setiap karyawan, termasuk pekerjaan hospitality, dokumentasi, dan prosedur seperti laporan keuangan dan kontrol kredit. Ketiga, pemeliharaan secara reguler pada seluruh elemen-elemen Hotel.
Copyrights © 2018