Pengendalian inflasi (anti inflation policy) oleh Rezim Orde Baru digunakan sebagai suatu senjata politik untuk menunjukkan performa perekonomian Indonesia dengan berusaha menekan angka inflasi serendah mungkin dibawah dua digit. Setiap ledakan inflasi selalu diikuti dengan kebijaksanaan yang tepat dan efektif. Tulisan ini mencoba untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indoensia dan memperbandingkan serta memilih model mana yang lebih tepat, yaitu antara model inflasi Krishan G. Saini dan model inflasi Vitaliano, untuk menerangkan perilaku inflasi di Indonesia kurun waktu 1969-1997 dengan menggunakan pengujian non nested test yang terdiri dari The Discrimination Approach dan The Discerning Approach.
Copyrights © 2000