Bencana gunung Kelud yang meletus pada 2014 yang lalu menimbulkan banyak kerugian berupa rusaknya infrastruktur dan fasilitas meliputi bangunan gedung, prasarana utilitas kawasan perumahan dan pemukiman, fasilitas untuk keperluan umum atau publik, area pertanian, usaha peternakan, tatanan vegetasi, dan kerusakan yang lain. Kajian ini merupakan hasil kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertujuan untuk mengetahui dan melakukan identifikasi penataan sistem distribusi air bersih pasca bencana letusan Gunung Kelud. Kegiatan ini juga berupaya untuk mengetahui kondisi eksisting dan ketersediaan air bersih di dusun Bales Pandansari Ngantang Kabupaten Malang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sistem distribusi air bersih yang disediakan oleh masyarakat desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang masih belum efektif. Kondisi eksisting ketersediaan belum memadai untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari saluran air bersih untuk setiap rumah tanpa direncanakan dengan baik dan tanpa memperhatikan aspek teknis perpipaan.
Copyrights © 0000