Dinamika suatu kelompok masyarakat yang membentuk dirinya menjadi suatu bangsa dan bangsa menjadi negara, adalah pergesaran yang di dalamnya mempertautkan berbagai aspek baik politik, ekonomi, kultural dan keagamaan serta berbagai kepentingan yang harus dinegosiasikan atas nama kesatuan. Dinamika inilah yang penulis kaji melalui penelitian literatur yang menitikberatkan pada kehadiran Israel Alkitab yang bermula dari kehidupan suku-suku dengan berbagai latar belakang etnik, kehidupan sosial, dan agama pada zaman Kerajaan Baru. Mereka memiliki kemauan bersama untuk bersatu sebagai bangsa sekalipun dilatar-belakangi oleh realitas yang plural termasuk dari segi keagamaan, yakni kepercayaan monoteistik Israel yang bersumber dari realitas yang politeistik. Kemauan untuk merumuskan diri sebagai bangsa dan menjadi satu sebagai negara pertama-tama dibawah pemerintahan Daud yang melahirkan sebuah negara Israel raya yang sejarahnya kita kenal dalam kisah-kisah yang tergambar dalam Alkitab. Dari segi keagamaan, Israel bersatu karena Yahweh telah memilih Israel untuk menjadi suatu bangsa yang besar dan Daud adalah raja yang menjadi pilihan Yahweh. Israel adalah bangsa yang besar seperti halnya Mesir yang menjadi negara adidaya pada waktu itu. Dalam kenyataannya, cerita-cerita bahwa Israel adalah bangsa yang besar, bangsa yang dipilih dan diberkati oleh Yahweh dari penciptaan dunia sampai pada pemilihan para Leluhurnya hingga penciptaan Israel sebagai sebuah bangsa yang besar, adalah sebuah epik nasional yang dihadirkan oleh Daud melalui Sumber Y (Yahwisme) dalam rangka membangun konsolidasi kesatuan suku-suku ke dalam kerajaan Israel bersatu guna menciptakan suatu stabilitas politik yang kuat dalam pemerintahannya serta untuk mengorganisir perlawanan bersama melawan Mesir sebagai negara adidaya pada waktu itu. Cerita-cerita kesatuan Israel sebagai sebuah bangsa yang besar disajikan dalam tulisan-tulisan sumber Y dari kerajaan Daud dimaksudkan untuk mencari sebuah identitas bersama bagi komunitas yang baru tersebut. Oleh sebab itu, Daud membutuhkan sebuah ideologi kesatuan bangsa dalam mempertegas jati diri Israel.
Copyrights © 2018