Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Vol 1, No 2 (2002)

PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA

Idris, Naswil (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2002

Abstract

Cfetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan   memperoleh     informasi   untuk mengembangkan  pribadi  dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang  tersedia.Hak  warga negara untuk   berkomunikasi dan  memperoleh informasi,  dijamin dan dilindungi (Jap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal  dari  deklarasi  hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat  berbuat banyak jika  kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang  ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang   kesehatan, pendidikan  ,per ekonomian, kesejahteraan ,  hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu  dengan jaringan  dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi  kebutuhan  informasi rakyat  di daerah  pedesaan dan  daerah  terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk  sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945. Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi :  pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan  yang dibuat oleh beberapa  orang  yang mengatas  namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi  yang terbaru  pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast  secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO.  17 tsb.  Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama  sekali   atau   menggunakan    pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat         Penerangan        Masyarakat, PUSKESMAS        (Pusat        Kesehatan Masyarakat),  Kantor  Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar  sekolah I Kursus,  Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan  perpustakaan,    dan  ruang  baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik   dan tempat olahraga sederhana.  Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk  pemaksaan tetapi  cukup dengan  mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa  informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.

Copyrights © 2002






Journal Info

Abbrev

wacana

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic ...