Naswil Idris
Kepala Biro Humas dan ketua Laboratorium Pendidikan Universitas Terbuka (UT)

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role of Center for Broadcasting Development Studies in Improving Professional Education in Indonesia Idris, Naswil
Mediator Vol 2, No 1 (2001)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A change of power in Indonesia marked a change of paradigm concerning almost every aspect of social political life in the country. Among those changes are the reinterpretation of the government role concerning the information control and freedom of press. As consequences of the strengthening of people power and their awareness to apply social control, press paradigm – including broadcasting- also changed. After 1998 reform, people became aware that broadcasting should be used for the people, by the people, and for the benefit of the people. In accordance with this situation, which is provoked by the elimination of the Ministry of Information, there is a need to establish the Center for Broadcasting Development Studies.
MENGENALI ARTI, FUNGSI DAN MANFAAT TELEMATIKA Idris, Naswil; Moerwanto, FB
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasan secara singkat Padat tentang Telematika ini dimaksudkan untuk mengenali arti, fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat penggunanya. Disadari bahwa penggunaan sarana telematika yaitu untuk berkomunikasi,  terkait dengan masalah-masalah ekonomi, social dan budaya.   Teknologi telematika selama beberapa dasawarsa ini telah berkembang amat pesat,  sehingga mampu menyampaikan (men-transfer) sej:_:mlah besar informasi, dengan berbagai cara,  yaitu dengan perantaraan suara, tulisan, gambar,  data    atau kombinasi-kombinasinya.
PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA Idris, Naswil
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cfetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan   memperoleh     informasi   untuk mengembangkan  pribadi  dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang  tersedia.Hak  warga negara untuk   berkomunikasi dan  memperoleh informasi,  dijamin dan dilindungi (Jap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal  dari  deklarasi  hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat  berbuat banyak jika  kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang  ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang   kesehatan, pendidikan  ,per ekonomian, kesejahteraan ,  hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu  dengan jaringan  dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi  kebutuhan  informasi rakyat  di daerah  pedesaan dan  daerah  terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk  sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945. Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi :  pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan  yang dibuat oleh beberapa  orang  yang mengatas  namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi  yang terbaru  pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast  secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO.  17 tsb.  Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama  sekali   atau   menggunakan    pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat         Penerangan        Masyarakat, PUSKESMAS        (Pusat        Kesehatan Masyarakat),  Kantor  Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar  sekolah I Kursus,  Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan  perpustakaan,    dan  ruang  baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik   dan tempat olahraga sederhana.  Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk  pemaksaan tetapi  cukup dengan  mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa  informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.
PERAN PUSAT INFORMASI TERPADU (MULU PURPOSES COMMUNITY TELECENTER MPCTC/Balai Informasi Masyarakat) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BANGSA INDONESIA Idris, Naswil
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v1i2.204

Abstract

C'fetiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan / lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak untuk mencari dan memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan mengunakan segala jenis saluran yang tersedia.Hak warga negara untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, dijamin dan dilindungi (J'ap MPR N.1711998). Ketetapan MPR ini merupakan ratifikasi formal dari deklarasi hak-hak azazi manusia PBB 51 tahun yang lalu.Biarpun pengakuanformal ini terlambat, kita masih dapat berbuat banyak jika kita mau mengaplikasikan tekno/ogi telekomunikasi yang ada sekarang untuk menyebarkan informasi, menerima informasi untuk keperluan hajat orang banyak.Bidang kesehatan, pendidikan ,per ekonomian, kesejahteraan , hukum di/ untuk membuat hidup int lebih bermakna dapat dibantu dengan jaringan dan peralatan telekomunikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi rakyat di daerah pedesaan dan daerah terpencil disamping didaerah perkotaan. Tujuan utamanya Pusat lnfonnasi Terpadu ini sangat sederhana, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyat pada. Lapisan bawah. Jika raktyat awam telah sehat dan berpendidikan, tahap berikutnya dengan mudah dapat di capai. Jika tidak, rakyatlapisan bawah akan menjadi sasaran penipuan, dalam sega/a bentuk sebagaimana yang telah kita alami semenjak merdeka tahun 1945.Pusat informasi terpadu didaerah pedesaan (MPCTC) sebagai konsep dan model pusat informasi yang bersumber dan berakar dari budaya Indonesia (yang telah punah dengan banyaknya propaganda terselubung, indoktrinasi, brainwashing, justifikasi : pembenaranterhadap konsep atau model pembangunan yang dibuat oleh beberapa orang yang mengatas namakan rakyat), kampanye media massa yang sangat sentralistik yang telah membunuh indentitas dan tradisi lokal) perlu di hidupkan kembali dengan menambahkan teknologi telekomukasi yang terbaru pada Pusat Informaasi yang ada yang dapat menampung pokok pikirantentang demokrasikomunikasi( informasi) seperti Fax, Internet, Electronic Commerce, serta mutimediabarn yang lebih bersifat interaktif, tidak real time , dan dapat mengadakan broadcast secara independen sehingga setiap warga negara dapat berkomunikasisecara leluasasesuai TapMPR NO. 17 tsb. Pusat informasi ini dapat di bentuk baru sama sekali atau menggunakan pusat informasiyang telah ada seperti Puspenmas( Pu sat Penerangan Masyarakat, PUSKESMAS (Pusat Kesehatan Masyarakat), Kantor Kepala Desa, Pusat pendidikan Luar sekolah I Kursus, Mall, Kantor Pos, Cafe, dll yang harus dilengkapi dengan perpustakaan, dan ruang baca, telepon, Fax, mesin Foto Kopi, Internet, Ra- dio, TV, ruang diskusi.klinik dan tempat olahraga sederhana. Informasi dari pemerintah atau dari luar tidak perlu lagi dalam bentuk pemaksaan tetapi cukup dengan mengakses ke pusat informasi yang netral. Rakyat akan merasa bahwa informasi itu tidak perlu dipaksakan untuk mereka percayai melalui propaganda.
MENGENALI ARTI, FUNGSI DAN MANFAAT TELEMATIKA Idris, Naswil; Moerwanto, FB
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 1, No 4 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v1i4.218

Abstract

Bahasan secara singkat Padat tentang Telematika ini dimaksudkan untuk mengenali arti, fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat penggunanya. Disadari bahwa penggunaan sarana telematika yaitu untuk berkomunikasi, terkait dengan masalah-masalah ekonomi, social dan budaya. Teknologi telematika selama beberapa dasawarsa ini telah berkembang amat pesat, sehingga mampu menyampaikan (men-transfer) sej:_:mlah besar informasi, dengan berbagai cara, yaitu dengan perantaraan suara, tulisan, gambar, data atau kombinasi-kombinasinya.