Jurnal Rekayasa Sipil
Vol 10, No 2 (2014)

LAHAN MENJADI FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

Bambang Istijono (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas)



Article Info

Publish Date
15 Oct 2014

Abstract

Terdapat beberapa resiko yang berpotensi menjadi penghambat pekerjaan konstruksi, selain masalah kinerja kontraktor, kinerja konsultan, koordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya adalah masalah pengadaan lahan/pembebasan tanah. Masalah pembebasan tanah tidak hanya terjadi di perkotaan tetapi juga terjadi di daerah, terutama yang masih mengenal tanah ulayat/adat. Permasalahan lahan menjadi faktor penting untuk diselesaikan sebelum dimulainya suatu pekerjaan konstruksi, tanah yang belum bebas akan dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan, bahkan menyebabkan pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak. Tulisan ini menguraikan tentang teori pengadaan tanah, peraturan tentang pengadaan tanah dalam pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum dan beberapa kasus terjadi di pekerjaan jembatan, jalan dan pekerjaan irigasi, dengan mengidentifikasi faktor yang menjadi penghambat pembebasan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan pembebasan lahan terjadi karena terdapat perbedaan patokan nilai harga ganti rugi antara pemilik tanah dan Pemerintah. Disarankan bahwa harga patokan tanah tidak hanya berpedoman pada harga saat ini, tetapi juga memperhitungkan harga jual tanah pada saat proyek selesai dilaksanakan. Keywords: pengadaan lahan, pembangunan, kepentingan umum

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jrs

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Transportation

Description

Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil ...