Belajar adalah usaha untuk mengubah tingkah laku sehingga dapat dikatakan bahwa belajar akan membawa perubahan pada individu yang melalui proses belajar. Namun, tidak semua siswa dapat melalui proses belajar dengan mudah ada beberapa hal yang menghambat terjadinya proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar siswa dalam memahami materi arti pecahan dan urutannya, untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi arti pecahan dan urutannya. Berdasarkan hasil penelitian kesulitan belajar siswa pada materi pecahan adalah terdapat 33% siswa kesulitan memahami konsep pecahan sejati dengan model daerah, 55% siswa kesulitan memahami makna pecahan sejati, 50% siswa kesulitan menuliskan pembilangdan 50% siswa kesulitan menuliskan penyebut pada bilangan pecahan sejati, 61% siswa kesulitan memahami arti pembilang dan 60% siswa kesulitan memahami penyebut bilangan pecahan sejati, 11% siswa kesulitan menuliskan dan memahami letak bilangan pecahan pada garis bilangan, 11% siswa kesulitan membandingkan pecahan penyebut sama, 16% siswa kesulitan membandingkan pecahan penyebut beda, 11% siswa kesulitan menuliskan simbol perbandingan pada bilangan pecahan penyebut sama, 16% siswa kesulitan menuliskan symbol perbandingan pecahan penyebut beda, 55% siswa kesulitan memahami symbol perbandingan, 50% siswa kesulitan menuliskan cara mencari nilai KPK, 66% siswa kesulitan mengurutkan bilangan pecahan penyebut sama, 94% siswa kesulitanmengurutkan bilangan pecahan penyebut beda, 61% siswa kesulitan memahami cara mencari nilai KPK, 83% siswa kesulitan menuliskan langkah-langkah urutan bilangan pecahan penyebut beda, 72% siswa kesulitan memahami makna urutan bilangan pecahan penyebut sama, dan 84% siswa kesulitan memahami makna urutan pecahan penyebut beda. Adapun faktor penyebab kesulitan belajar siswa yaitu (1) faktor internal seperti faktor psikologis, motivasi dan sindrom psikologis, (2) faktor eksternal seperti strategi belajar yang keliru, kurangnya kemampuan guru untuk mengelola kelas, pemberian penguatan ulangan yang kurang tepat dan faktor lingkungan keluarga dan teman sebaya.
Copyrights © 2017