Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
Vol 1, No 1 (2015): Desember 2015

MANAJEMEN MULTIKULTURALISME DALAM ISLAM (Konsep Islam dalam Mengelola Keragaman dan Paham Keberagaman)

Hasan Basri (Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kendari)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2015

Abstract

AbstrakArtikel ini mengkaji fenomena multikultur dan gagasan multikulturalisme yangberkembang di tengah masyarakat khususnya kaum muslimin. Sorotannya diarahkankepada peran Negara dalam Islam untuk mengelola keberadaannya.Islam memandang keragaman masyarakat sebagai suatu fenomena yang mutlakterjadi karena memang sengaja diciptakan oleh Allah (QS. al-Hujurât: 13). Justrukeragaman dalam seluruh aspeknya menjadi modal untuk terwujudkan kebaikan melaluisarana saling kenal. Namun, jika keragaman itu dibiarkan berjalan sendiri tanpa dikelola,atau dikelola tetapi dengan cara tidak benar, maka akan menghasilkan gesekan bahkankonflik yang berujung pada perang antarkelompok etnis, suku, atau agama. Inilah yangmasih marak terjadi dewasa ini dengan melihat kasus tawuran antarkampung atau desa,antarklub, antarpelajar, dan antarpemeluk agama. Bahkan antara sesama dalam suatu kulturatau agama yang sama. Fenomena ini tentu tidak bijak jika dijadikan alasan membenarkanumat Islam untuk mengambil gagasan multikulturalisme sebagai solusi dengan anggapanbahwa Islam adalah agama yang sangat akomodatif. Karena akomodasi Islam terhadapsemua yang datang dari luar Islam hanya berlaku pada aspek yang tidak menyentuhpemikiran, paham, dan sistem yang digunakan untuk mengatur kehidupan. Islam hanyawelcometerhadap seluruh produk budaya manusia yang terkategori benda-benda hasil sainsdan teknologi serta uslûb (teknis, administratif) untuk pelaksanaan suatu kegiatan darisebuah ajaran Islam yang masih dalam cakupan dalil-dalil umum yang tidak terdapat dalilkhusus yang men-takhsîsh keumumannya.Terkait multikulturalisme, Islam memiliki seperangkat aturan yang tegas, yaknimembolehkan mengkajinya pada level pendidikan tinggi, bukan untuk diambil danditerapkan, melainkan sebagai kajian akademik, hanya untuk diketahui dan didalamisebagai bahan perbandingan. Ketika terdapat seorang atau kelompok yangmenyebarluaskannya, Islam memberikan kewenangan kepada Negara untuk melakukanlangkah-langkah edukasi dan eksekusi. Namun, hal itu hanya memungkinkan untukterwujud dengan sempurna jika seluruh aspek ajaran Islam terlaksana dengan sempurnapula. Kehadiran sistem Islam yang sempurna itu akan terlihat jelas ketika akidah Islamdijadikan dasar dan syariat Islam dijadikan konstitusi Negara secara menyeluruh dankonsisten.Kata Kunci: Keragaman, multikulturalisme, peradaban, sistem Islam.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

zawiyah

Publisher

Subject

Social Sciences Other

Description

Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and ...