Konstruk sistem penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan agama di PTAI,dalam perjalanannya baru tahapan program pelatihan-pelatihan. Kondisi penjaminan mutuPTAI utamanya di Indonesia Timur saat ini dalam penyelenggaraanya tampak kurangoptimal jika dilihat dari aspek manajemen, tujuan dan sasaran dalam pengendalian mutupendidikan serta perbaikan proses pembelajaran. Fakta menunjukkan bahwa dalam setiapproses penyelenggaraan pendidikan, sering terjadi kelemahan yang berulang dankekurangan yang tak kunjung usai, selain itu juga belum memperlihatkan perbaikan yangsignifikan yang dilakukan pimpinan, bahkan kesalahan terjadi tidak jarang pada setiaptahunnya. Konstruk tentang sistem penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan PTAImenggunakan pendekatan manajemen G. Lipsey dan Mervyn K. Lewis. Menurutnyamanagenentis a process or form of work that involves the guidance ordirection of group ofpeople toward organizatinal goals or objectives. Management merupakan lembaga yangberproses melalui kinerja subjek yang melakukan proses hingga mencapai tujuan yang jelasatau goal pada suatu lembaga penjaminan mutu berfungsi mengontrol, mengevalusi,pengaudit dan memperbaiki mutu pendidikan, terutama lingkup PTAI. Dalam teorimanajemen seorang menejer akan melakukan kegiatan yang disebut manajemen planning,organizing, staffing, motivating, controlling untuk mencapai goal. Fakta penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan lingkup PTAI belummaksimal dilakukan, kinerja lemah dan kurang berwibawa, bahkan terkesan masihdiabaikan pada tingkat implementasinya maupun pelaksanaannya dilapangan, kegiatanpenjaminan mutu hanya seputar pelatihan yang sesungguhnya kurang implementatif, dilihatdari perspektif manajemen. Penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan lingkup PTAIsesungguhnya adalah essesor internal atau “guru mutu” yang bertugas mengontrol,memonitor, mengaudit, mengevaluasi dan memperbaiki proses pendidikan, jika terjadikesalahan atau kendala-kendala dalam penyelenggaraannya.
Copyrights © 2015