Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Vol 13, No 02 (2016): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam

BENTUK DRAMATIK DAN BENTUK EPIK SEBAGAI PEMBEDA POLA PENCERITAAN TEKS DRAMA

Lina Meilinawati Rahayu (PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN)
Aquarini Priyatna (PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN)
Resa Restu Pauji (PASCASARJANA UNIVERSITAS PADJADJARAN)



Article Info

Publish Date
18 Jul 2016

Abstract

Tulisan ini membahas dua naskah drama Matahari di Sebuah Jalan kecil (1963) dan Sandek Pemuda Pekerja (1979) karya Arifin C. Noer. Kedua naskah drama ditampilkan melalui bentuk dramatik dan epik. Naskah drama Matahari di Sebuah Jalan kecil (1963) ditampilkan dalam bentuk dramatik, sedangkan naskah drama Sandek Pemuda Pekerja (1979) ditampilkan dalam bentuk epik. Bentuk epik tersebut merupakan rumusan dari pemikiran Brecht sebagai bentuk penolakan terhadap bentuk dramatik Aristoteles. Pada naskah drama Matahari di Sebuah Jalan kecil (1963) ini, bentuk dramatik penggambaran para isu lebih diutamakan. Bentuk dramatik membawa emosi pembaca ikut hanyut dalam cerita. Sedangkan dalam naskah drama Sandek Pemuda Pekerja (1979) isu ditampilkan dalam kerangka epik. Hal tersebut dilakukan supaya pembaca menjadi kritis dan tidak ikut hanyut dalam cerita

Copyrights © 2016