Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusahaan keluarga di Indonesia yang dipegang oleh anggota keluarga sendiri dapat meningkatkan nilai dari perusahaan atau sebaliknya dapat menghancurkan nilai perusahaan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode multivariate regression. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufakrur yang terdaftar di BEI selama periode 2011-2012 yang berjumlah 156 perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa family ownership percentage berpengaruh terdahap nilai perusahaan. Namun, family firm tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Untuk variabel kontrol yang meliputi leverage, sales growth, firm’s age, board size, founder CEO tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Sedangkan, institutional percentage berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan family CEO berpengaruh pada nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa family ownership, institutional percentage dan family CEO dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk mengukur nilai dari perusahaan.
Copyrights © 2015