Batubara sebagai sumberdaya energi konvensional masih dibutuhkan di Indonesia, tetapi upaya untuk penggunaan energi alternatif juga dilakukan demi mengatasi persoalan kelangkaan energi di masa yang akan datang. Upaya penggunaan sumberdaya energi non-konvensional seperti oil shale dan dalam penelitian ini akan dibahas mengenai serpih batubaraan. Serpih batubaraan memiliki kandungan bahan organik yang pada penelitian ini akan ditentukan tingkat kematangannya dengan membandingkan metoda reflektansi vitrinit dan nilai kalori untuk dicari parameter yang lebih tepat.Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kematangan serpih batubaraan dengan menggunakan metode analisis reflektansi vitrinit dan data analisis nilai kalori yang didukung dengan data uji analisis proksimat. Hasil yang didapatkan adalah nilai Reflektansi vitrinit (Rr) BDJ 0801 adalah 0,4817 dan BDJ 0806 adalah 0,5304,00. Sedangkan nilai Calorific value (Kkal/kg,adb) adalah BDJ 0801 sebesar 1.568,00. Berdasarkan hasil uji reflektansi vitrinit sampel yang memiliki rentang nilai vitrinit dari 0,4781% hingga 0,5391% termasuk dalam kategori Low Rank (Lignite and Sub-bituminous coals) dan Medium Rank (Bituminous coals). Kata-kata kunci: Serpih batubaraan, nilai kalori, reflektansi vitrinit, low rank, oil shale
Copyrights © 2018