Salah satu hipotesa kesimpulan teori perdagangan internasional Hechscher- Ohlin, atau sering disebut teori H-O, menyatakan bahwa perdagangan internasional akan terjadi antar negara negara yang memiliki kekayaan sumberdaya yang berbeda. Negara yang kaya akan tenaga kerja akan berdagang dengan negara yang kaya akan kapital. Namun pada kenyataannya, 60% dari volume perdagangan dunia adalah perdagangan antar negara maju, yang relatif kaya akan input sejenis, yaitu kapital. Ketidakmampuan teori H-0 menjawab fenomena ini meyebabkan diperlukannya teori perdagangan baru yang mampu menjelaskan kenyataan perdagangan saat ini, yaitu perdagangan antar negara maju yang memiliki relative factor endowment yang sama. Teori baru tersebut adalah Teori Siklus Kehidupan Produk atau dikenal dengan teori PLC (Product Life Cycle Theory), yang dikemukakan oleh Raymond Vernon. Teori PLC tidak hanya menjelaskan mengapa perdagangan internasional didominasi oleh perdagangan antar negara-negara maju, tetapi juga menjelaskan latar belakang timbulnya perusahaan-perusahaan multinasional atau MNCs (Multi National Corporations).Tulisan ini memfokuskan analisis tentang Teori PLC pada 4 (empat) aspek: (1) Peralihan dari Teori H-0 menjadi Teori PLC, (2) Ciri dinamik dari Teori PLC, (3) Perbandingan asumsi Teori H-0 dan Teori PLC, (4) Derivasi Teori PLC.
Copyrights © 1991