Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan nilai sosial budaya apa saja yang terkandung dalam novel “Burung-Burung Manyar” karya YB. Mangunwijaya ditinjau dari pendekatan sosiologi sastra (2) mendeskripsikan nilai nasionalisme dalam novel “Burung-Burung Manyar” karya YB. Mangunwijaya (3) mendeskripsikan hubungan antara nilai sosial budaya dan nasionalisme dalam novel “Burung-Burung Manyar” karya YB. Mangunwijaya dengan kehidupan masyarakat. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel. Sumber data penelitian dibagi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa data tentang nilai sosial budaya, dan nasionalisme dalam novel serta hubungan antara nilai sosial budaya dan nasionalisme dengan kehidupan masyarakat. Data sekunder berupa data penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis konten. Uji validitas data dengan teknik triangulasi teori dan sumber, sedangkan analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Berdasarkan hasil penlitian dapat disimpulkan: (1) Wujud nilai sosial budaya dalam novel Burung-Burung Manyar ada tiga, yaitu ideas, activitis, dan artifact. Ideas berupa norma-norma yang hidup dalam masyarakat berupa menghormati orang yang lebih tua, menghormati wanita, menghormati suami, dan dianjurkan untuk tidak melanggar adat yang sudah ada di dalam masyarakat. Activitis mempunyai dua wujud. Pertama berwujud aktivitas tindakan berpola manusia dalam masyarakat. Kedua, aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain berdasarkan adat tata kelakuan. Artifact, merupakan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. (2) Wujud nasionalisme dalam novel Burung-Burung Manyar adalah jiwa semangat dan nilai-nilai yang mampu membentuk kepribadian, watak, serta budi pekerti luhur. (3) Hubungan nilai sosial budaya dan nasionalisme dengan kehidupan masyarakat saat ini berkaitan dengan perilaku mengisi kemerdekaan. Perilaku lain dalam mengisi kemerdekaan berupa memerangi masalah kemiskinan, pola hidup rakyat, pejabat, serta penyelewengan yang dilakukan dalam bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Copyrights © 2018