Perkembangan empirik teori permintaan uang di Indonesia selama duadasawarsa telah didominasi oleh penggunaan Model Penyesuaian Parsial (PartialAdjustment Model = PAM) seperti yang pernah dilakukan oleh Aghevli (1977),Boediono (1985), Nasution (1985) dan Parikh et al (1985). Adapun perkembanganteori permintaan uang dewasa ini yaitu penggunaan Model Penyesuaian Parsial telahbanyak dikritik oleh para ahli ekonomi (Cuthbertson, 1988), seperti kasusovershooting di dalam perubahan tingkat bunga dan pendapatan riil. Demikian jugaadanya masalah autokorelasi serta intepretasi koefisien variabel yang dijelaskanselang (Goodfriend, 1985).Sejalan dengan perkembangan teori permintaan uang dan model dinamik, paraahli ekonomi dan ekonometri telah mengembangkan salah satu Model KoreksiKesalahan (Error-Correction Model = ECM) seperti yang pernah dilakukan olehHendry et al. (1984), Domowitz and Elbadawi (1987), Gupta and Moazzami (1988)dan Colomoris and Domowitz (1989) dan sudah diterapkan pada kasus di negarasedang berkembahg (lihat Insukindro, 1990), sedang para ahli ekonomi lain sepertiLaidler (1987), Goodhart (1984), dan Cuthbertson (1986, 1988) telah mengangkatkembali teori permintaan uang untuk Model Cadangan Penyangga (Buffer Stock) atauModel Penyerap Syok (Shock-Absorber Model = SAM) dan ini sangat relevan jikapasar uang berada dalam ketidakseimbangan.
Copyrights © 1990