Masalah yang sedang hangat dibicarakan di negara sedang berkembangadalah keterbatasan kemampuan sektor modern menyerap sejumlah besar tenagakerja tidak produktif yang berasal dari sektor tradisional. Sungguhpunpertumbuhan produksi tinggi, kesempatan kerja bertumbuh agak lamban (Todaro,1983). Masalah ini juga dihadapi oleh Indonesia. Dalam periode 1980-1985, nilaitambah industri pengolahan bertumbuh 8,96% per tahun sedangkan kesempatankerja bertumbuh hanya 4,37% per tahun.Banyak pengamat berkeyakinan bahwa teknik produksi yang diterapkanpada perusahaan industri pengolahan mengakibatkan substitusi antara modal dantenaga kerja sukar, akibatnya kemampuan menyerap tenaga kerja terbatas.Pengamat lain mengatakan ketidaksempurnaan pasar faktor produksi dapatmuncul, sekurang-kurangnya sebagian, pada perusahaan industri pengolahan yangmemiliki pertumbuhan kesempatan kerja rendah. Perusahaan mungkin dirangsangmenggunakan teknologi padat modal oleh peraturan perdagangan luar negeridimana mesin-mesin impor untuk keperluan industri disubsidi. Tingkat upah padaindustri pengolahan juga mungkin terdorong naik di atas tingkat upah minimumsebagai akibat tekanan dari serikat pekerja dan campur tangan pemerintah dalamcolective bargaining (Clague, 1969).
Copyrights © 1990