Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PENGOLAHAN TIGA JENIS ROTAN DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI KOMPOSISI CAMPURAN MINYAK PEMASAK

Abdul Hakim Lukman (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Zulnely Zulnely (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2017

Abstract

Pengolahan tiga jenis rotan dari Jawa Barat yaitu rota pelah (Daemonorops rubra BI.), rotan seel (D. melanochaetes BI) dan rotan seuti (Calamus ornatus BI) dengan cara menggorengnya di dalam campuran minyak tanah dan minyak kepala sawit pada perbandingan 4:0; 4:1; 4:2; dan 4:3. Kondisi penggorengan adalah suhu pemanas 130ºC dan lamanya 20 menit. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari komposisi campuran minyak kelapa sawit da minyak tanah sebagai minyak penggoreng rotan yang terbaik.Hasil percobaan menunjukkan bahwa komposisi minyak penggoreng memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat jenis, kadar air, keteguhan lentur statis danketeguhan tekan sejajar serat. Sedangkan untuk jenis rotan hanya berpengaruh pada berat jenis saja. Dari percobaan jg diperoleh bahwa berat jenis rotan seuti (0,51) lebih tinggi dibandingkan dengan rotan pelah 0,44) dan rotan seel (0,47). Kondisi penggorengan yang baik diperoleh pada campuran minyak tanah dan minyak kelapa sawit dengan perbandingan 4:2. Pada kondisi tersebut dihasilkan rotan dengan sifat-sifat tertentu yaitu berat jenis (0,46; 0,51; dan 0,50 berturut-turut untk jenis rotan pelah, seel, dan seuti; kadar air (13,58%; 13,85% dan 13,26% untuk pelah, seel, dan seuti); keteguhan lentur statis (249,46 kg/cm2 , 313,43 kg/cm2, dan 292,19 kg/cm2 untuk pelah, seel, dan seuti); dan keteguhan tekan serta (212,96 kg/cm2, 245,42 kg/cm2, dan 205,41 kg/cm2 untuk pelah, seel, dan seuti). Disarankan untuk menggoreng rotan dengan campuran minyak tanah dan minyak kelapa sawit menggunakan perbandingan 4:2 pada suhu 130ºC selama 20 menit.

Copyrights © 2000