Salah satu upaya dalam rangka pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan yang rentan terhadap kekeringan adalah dengan membangun Embung Beroangin pada tahun 2015 dengan kapasitas tampungan mati awal sebesar 1.307,49 m3, penurunan kapasitas tampungan mati embung dipengaruhi oleh erosi pada DAS yang selanjutnya terdeposit menjadi sedimen pada area tampungan embung. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi laju sedimentasi yang terjadi pada Embung Beroangin dengan metode analisis USLE menggunakan hasil analisa data sekunder meluputi: Luas DAS, curah hujan, jenis tanah, kelerengan dan penggunaan lahan. Analisa sedimentasi juga dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan echosounder dengan memetakan dan menghitung volume tampungan mati saat ini yang selanjutnya dibandingkan volume tampungan mati awal. Laju sedimentasi yang diperoleh dengan metode USLE adalah sebesar 492.34 m3/tahun, sedangkan metode pengukuran langsung sebesar 435.38 m3/tahun
Copyrights © 2018