Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan

KEMUNGKINAN PENGGUNAAN NANO KARBON DARI LIGNOSELULOSA SEBAGAI BIOSENSOR

Gustan Pari (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor Telp. (0251) 8633378, Fax. (0251) 86333413)
Adi Santoso (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor Telp. (0251) 8633378, Fax. (0251) 86333413)
Djeni Hendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor Telp. (0251) 8633378, Fax. (0251) 86333413)
Buchari Buchari (Departemen Kimia, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung)
Akhirudin Maddu (Departemen Fisika, IPB Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Darmaga Kampus IPB)
Mamat Rachmat (Departemen Fisika, IPB Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Darmaga Kampus IPB)
Muji Harsini (Departemen Kimia, Universitas Airlangga Surabaya, Jl. Mulyorejo Kampus C)
Bunga Ayu Safitri (Departemen Kimia, Universitas Airlangga Surabaya, Jl. Mulyorejo Kampus C)
Teddi Heriyanto (Departemen Elektro, Politeknik Bandung, Jl. Gegerkalong Hilir)
Saptadi Darmawan (Balai Penelitian Teknologi HHBK, Jl. Dharma Bhakti No. 7)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2016

Abstract

Nano teknologi di bidang hasil hutan yang dapat dikembangkan di antaranya adalah nano karbon dari lignoselulosa. Bahan baku utamanya adalah atom karbon yang berasal dari arang hasil karbonisasi lignoselulosa. Bahan baku yang digunakan adalah jati yang dikarbonisasi pada suhu 400-500 °C, arang yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan diaktivasi pada suhu 800 °C selama 60 menit dengan uap air dan kalium hidroksida (KOH) 15% sebagai aktivator. Proses selanjutnya dilakukan interkalasi dengan logam nikel dan di karbonisasi lagi pada suhu 900 °C selama 60 menit. Kualitas dan struktur karbon dievalusi menggunakan Pirolisis-gas kromatografi mass spectrofotometri (Py-GCMS), skening electron mikroskop-energi diperse spektrofotometer (SEM-EDS), X-ray difraktometer (X-RD). Arang aktif yang dihasilkan juga di uji sifat fisika dan kimianya. Biosensor dibuat dengan sistem moleculary imprinted polimer (MIP) berbasis elektroda pasta karbon dan optimasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano karbon dari lignoselulosa dapat dibuat biosensor dengan sistem moleculary imprinted polimer (MIP). Formula optimum yang  dihasilkan terdiri dari campuran 15% MIP, 45% karbon dan 40% parafin yang menghasilkan faktor nernst sebesar 49,7 mV/dekade dan  limit deteksi sebesar 1,02 x 10-6 M pada pH optimum 4.

Copyrights © 2016