Kampung Kwau dan Syoubri merupakan satu dari beberapa kawasan pariwisata ekowisata endemik di Papua karena kaya akan satwa dan kawasan hutan konservasi maka, penyuluhan tentang konservasi dan pemeliharaan kawasan satwa endemik dan pelestariannya sangat diperlukan, agar populasi satwa terjaga dan area konservasi tetap lestari. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama adalah melalui obsevasi lapangan dan pembekalan, tahap kedua meliputi implementasi kegiatan dilapangan dan tahap ketiga melalui evaluasi dan penyempurnaan program. Tahap persiapan meliputi audiensi dengan aparat kampung dan masyarakat, tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan maupun praktek langsung di masyarakat serta pendampingan program yang telah disusun bersama, sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh tim KKN dan Dinas kebudayaan dan Pariwisata untuk melihat dampak dari program yang telah dilakukan. Secara umum seluruh program bisa terserap berkat dukungan dari pemerintah daerah khususnya mitra kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, aparat kampung dan masyarakat di lokasi sasaran KKN. Kendala yang masih ditemui adalah masih rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa kegiatan, serta masih rendahnya kemandirian pada kelompok sasaran. Harapan kedepan untuk dijadikan model, maka pendampingan program yang sudah terbentuk harus dilanjutkan melalui kegiatan KKN selanjutnya. Keywords: KKN PPM, CAPA, peningkatan pendapatan, pengelolahan souvenir, kesadaran masyarakat, satwa endemik.
Copyrights © 2018