Penelitian ini merupakan  analisis bahaya kegagalan teknologi di lingkungan UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA) khususnya kampus B FKIP UHAMKA Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bencana kegagalan teknologi dilingkungan kampus B FKIP UHAMKA, dan mengidentifikasi kesiapsiagaan apa saja yang dimiliki oleh institusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk identifikasi bahaya dengan melakukan interpretasi data citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM) SRTM, yang dianalisis secara kualitatif. Tahapan yang dilakukan yaitu identifikasi zona bahaya, dan pemetaan zonasi bahaya khususnya bencana kegagalan teknologi yang berupa kerawanan kebakaran, kebocoran saluran pembuangan, termasuk dampak turunan jika terjadi adanya bahaya gempabumi. kajian difokuskan terkait titik-titik vital yang diperkirakan berpotensi bahaya tinggi. Identifikasi selanjutnya berfokus kepada kesiapsiagaan UHAMKA dengan metode HIRAC dilakukan dengan mengkonsentrasikan potensi bahaya awal, dan lanjutan dari sistem yang sedang berlangsung produksinya dalam menghadapi bahaya bencana gagal teknologi ataupun dampak lainnya sebagai turunan adanya bencana. Identifikasi kesiapsiagaan dengan melihat kebijakan yang ada termasuk adanya suatu rencana kontinjensi dalam menghadapi suatu kedaruratan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa Kampus B FKIP UHAMKA berpotensi terdampak bahaya kegagalan teknologi berupa kebakaran, ledakan, dan potensi ketidakhandalan sarana teknik . Secara kontijensi hasil menunjukkan tidak adanya kebijakan khusus oleh lembaga yang mengatur tentang keselamatan penggunaan sarana teknik dan mekanik sebagai manajemen keselamatan/kesiapsiagaan pada penggunaan gedung di Kampus B UHAMKA.
Copyrights © 2018