Jamur Corynespora cassiicolamerupakan penyebab penyakit gugur daun karet. Penyakit ini dapat mengakibatkan peranggasan tanaman karet sepanjang tahun sehingga pertumbuhan terhambat, penyadapan tidak dapat dilakukan dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Penelitian tentang inang alternatif C. cassiicola di Indonesia belum banyak dilaporkan terutama pada tanaman yang tumbuh di sekitar pertanaman karet, padahal tumbuhan inang bisa menjadi sumber inokulum primer di perkebunan karet, maka dengan adanya penelitian tentang keragaman morfologiC. cassiicola dan karakteristik kulturnya pada berbagai tanaman inang bisa menjadi pengetahuan dasar dalam strategi pengendalian yang tepat dan efisien. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. IsolatC. cassiicolayang digunakan berasal dari 12 tanaman inang. Pengamatan secara makroskopis dilakukan terhadap warna, kecepatan tumbuh koloni isolate C. cassiicola. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan terhadap ukuran spora, jumlah septa dan bentuk konidiaisolat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi koloni dan konidia 12 isolat C. cassiicola beragam. Perbedaan ditemukan dalam bentuk warna miselium dan koloni. Miselium dari semua isolat tumbuh merata pada PDA, dengan pertumbuhan seperti cincin konsentris. Koloni berwarna putih, abu-abu atau berwarna hijau di tengah dan terang di tepi baik dengan miselium tipis atau tebal, miselium sebagian besar bercabang, mempunyai septa, berwarna hialine sampai coklat pucat dan berdinding halus.Bentuk konidia lurus dengan ukuran 11,34 – 241,94 µm x 2,58 – 11,17 µm dan jumlah septa 0- 10 septa
Copyrights © 2018