Masa kepresiden Soeharto yang sangat lama dan stabil tidak terlepas daripropaganda politiknya tentang anti-komunisme dan anti-Partai Komunis Indonesia(PKI). Dia menggunakan tragedi sejarah 1965 di mana tujuh jenderal terbunuhsebagai kejadian sejarah kunci, dengan menuduh PKI berada di balik pembunuhantersebut dengan tujuan penggulingan kekuasaan. Soeharto membuat banyakmaterial sejarah untuk membangun imajinasi publik tentang komunisme, PKI dantragedi 1965. Dalam artikel ini, saya mendiskusikan bagaimana material sejarah bisamenjadi kekuatan politik dalam propaganda anti-PKI. Dengan memahami kekuatanmaterial sejarah dalam propaganda politik, saya menawarkan pemahaman ulangatas objek-objek sejarah sebagai respon kritis sekaligus membersihkan pengaruhpolitisasi Soeharto atas komunisme dan PKI.
Copyrights © 2016