ABSTRAK Prevalensi penyakit diabetes mellitus mengalami peningkatan di seluruh dunia dan kini disebut sebagai salah satu penyakit utama yang berpengaruh pada kesehatan manusia. Banyak dokter meresepkan politerapi dengan dua atau lebih agen hipoglikemik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Pasien juga harus meminum obat dalam jangka panjang, sehingga terjadi peningkatan efek samping, biaya, dan ketidakpatuhan. Hal ini mendorong pasien mencari alternatif pengobatan lain seperti obat herbal. Dalam rangka pencarian tumbuhan obat yang berpotensi dikembangkan sebagai antidiabetes, dapat dilakukan studi etnofarmasi. Pendekatan ini telah diterapkan dalam beberapa penelitian mengenai penggunaan tumbuhan obat untuk mengontrol diabetes mellitus pada sistem pengobatan tradisional di berbagai budaya. Kata kunci: etnofarmasi, diabetes mellitus, tumbuhan obat. ABSTRACT The prevalence of diabetes mellitus has been increasing worldwide and it becomes one of the main diseases which affect human health. Many clinicians prescribe polytheraphy with two or more hypoglycemic agents to achieve better glucose control as a common practice. Patients also have to take drugs for long-term therapy with their attendant side effects in addition to their high costs. It may increase non-adherence therapy of diabetic patients. As a result, patients choose alternative treatment by using herbal medicines. To search new antidiabetic medicinal plants, we can use ethnopharmacy study as an option. This approach has been used to search locally important plant species to control diabetes mellitus in traditional medicinal systems of different cultures. Key words: ethnopharmacy, diabetes mellitus, medicinal plants.
Copyrights © 2015