Suatu terapi pengobatan yang tepat akan sangat menguntungkan bagi pasien, terutama bagi pasien yang harus mengkonsumsi obat dalam waktu lama, bahkan seumur hidupnya, seperti penyakit hipertesis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas-biaya penggunaan ACE-inhibitor (ACEI) dibandingkan dengan calcium channel bloker (CCB) pada pasien hipertensi rawat jalan. Penelitian yang bersangkutan merupakan suatu survei epidemiologik, data di ambil secara prospektif untuk mengetahui efektivitas terapi hipertensi dengan ACEI .Pasien hipertesis rawat jalan di RS.Dr.Sardjito Yogyakarta yang mendapatkan terapi dengan ACEI atau CCB, baik sebagai terapi awal maupun terapi tambahan atau pengganti, diobservasi selama 2 bulan. Observasi dilakukan pada kunjungan pertama, satu, dan dua bulan setelah di berikan terapi. Efektivitas ditentukan dengan mengukur perubahan tekanan darah setelah menggunakan ACE dan CCB. Parameter toleransi yang diukur adalah jumlah dan timbulnya efek obat yang tidak dikehendaki oleh pasien. Biaya yang di ukur adalah biaya medik langsung, meliputi biaya obat (test dan medikasi yang di lakukan), biaya kunjungan, dan biaya perawatan terkain dengan hipertesis, termasuk biaya efek samping. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien hipertensi tanpa penyulit, calcium channel bloker lebih cost-effective, sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus, ACE- inhibitor lebih cost-effective.
Copyrights © 2007