Gereja abad 1 penerima surat dari Rasul Yohenes adalah gereja yang mengalami tantangan secara internal dan eksternal. Tantangan yang mereka alami sangat sulit karena menjadikan sebagian jemaat harus kehilangan nyawa demi mempertahankan iman kepada Yesus Kristus. Dalam situasi seperti inilah Rasul Yohanes menulis kitab wahyu. Oleh karena kitab Wahyu juga memiliki jenis sastra surat maka Rasul Yohanes membuka suratnya dengan salam Trinitarian. Wahyu 1: 5 secara khusus adalah salam dari Yesus Kristus Saksi Yang Setia. Salam ini relevan bagi gereja abad 1. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah riset Teologi biblika dengan pendekatan hermeneutik dan pengkajian Alkitab untuk memahami makna teks dalam konteks penulis mula-mula. Dengan memahami makna teks dalam konteks penulis mula-mula akan terlihat gelar Yesus dari salam Ἰησοῦ χÏιστοῦ, ὠμάÏτυς ὠπιστός dalam Wahyu 1: 5 memiliki relevansi dengan Gereja Abad 1.
Copyrights © 2018