Penggunaan alat kontrasepsi sangat bermanfaat untuk mencegah kehamilan, menjarangkan kehamilan dan menghentikan kehamilan. Kota Bandar Lampung, penguna kontrasepsi jenis IUD mencapai 16.634 akseptor, sedangkan untuk wilayah kerja puskesmas Kemiling, pengguna alat kontrasepsi jenis IUD mencapai 2.416 akseptor. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan penggunaan alat kontrasepsi dalam Rahim dengan gangguan menstruasi di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ibu akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung pada bulan April Tahun 2015 sejumlah 3.820 jiwa. Sampel sejumlah 98 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data yang digunakanujichi square.Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden yang menggunakan IUD sebanyak 21 responden (21,4%). Mengalami gangguan menstruasi sebanyak 39 responden (39,8%). Ada hubungan penggunaan alat kontrasepsi dalam Rahim dengan gangguan menstruasi di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2015 (p value 0,002). Saran bagi Puskesmas penyuluhan tentang risiko perubahan pola menstruasi dan menganjurkan pengguna AKDR untuk dapat mengatasi masalah dengan benar dan tepat, dengan penempelan poster di poli kebidanan, pemberian leaflet, booklet dan lain-lain.
Copyrights © 2019