Angka anemia dalam kehamilan menujukan nilai cukup tinggi, yaitu angka kematian kehamilan 3,8% padatrimester I, 13,6% trimester II, 24,8 pada trimester III, Sekitar 70%. Dampak anemia yaitu bahaya selama kehamilan yaitudapat terjadi abortus, persalinan prematuritas, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah terjadi infeksi,ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 gr%) hiperemesis gravidarum, perdarahan antepartum dll. Penyebab anemiatersering adalah megaloblastik yang dapat disebabkan oleh defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12, penyebabanemia lainnya yang jarang ditemui antara lain adalah hemoglobinopati, proses implamasi toksositas zat kimia, dankeganasan (Prawirohardjo 2009). Tujuan umum diketahui Hubungan pendidikan dan sosial ekonomi dengankejadiananemia pada ibu hamil di BPS Hertati T Yohan Way Halim Bandar Lampung tahun 2015.Jenis penelitan penelitian ini adalah analitik dengan cross sectional Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamilyang berkunjung di BPS Hertati T Yohan pada bulan januari – Maret 2015 yaitu sebanyak 102 orang. Sampel dalampenelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di BPS Hertati T Yohan saat penelitian berlangsung yaitu sebanyak30 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan acidental sampling. Analisa data dilakukanmenggunakan unuvariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian didapatkan jumlah responden mengalami anemia yaitu sebanyak 16 orang (53,3%), respondendengan pendidikan rendah yaitu sebanyak 14 orang (46,7%). responden dengan tingkat sosial ekonomi rendah yaitusebanyak 19 orang (63,3%) Terdapat Hubungan Pendidikan Dengan Anemia Ibu Hamil dengan P-Value 0,026 <0,05.Terdapat Hubungan sosial ekonomi Dengan Anemia Ibu Hamil dengan P-Value 0,011 < 0,05. Perlu lebihditingkatkannya pemberian dukungan terhadap peningkatan gizi ibu hamil melalui penyuluhan. Ibu hamil diharapkan untuklebih aktif dalam usaha pencegahan anemia saat kehamilan dengan cara selalu rutin selalu rutin melakukan ANC.
Copyrights © 2019