Perilaku penjamah makanan di rumah sakit, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas makanan yang disajikan untuk pasien. Pemeliharaan higiene dan sanitasi perorangan merupakan kunci dalam pemeliharaan higiene dan sanitasi makanan. Sebagian besar kejadian pencemaran makanan disebabkan oleh tidak terpeliharanya higiene dan sanitasi pekerja yang terlibat dalam proses pengolahan, pemasakan dan penyajian makanan. Dari hasil pemeriksaan angka kuman terhadap makanan matang setiap 6 bulan sekali di Instalasi Gizi RSUDAM Provinsi Lampung, selalu ditemukan lebih dari satu makanan mengandung angka kuman meskipun tidak pathogen, Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku hygiene pada pengolah makanan di Instalasi Gizi RSUDAM Propinsi Lampung tahun 2013. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah tenaga pengolah makanan yang bekerja dibagian produksi makanan di semua dapur pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUDAM Provinsi Lampung, dan sampel adalah total populasi sebanyak 42 orang.Hasil penelitian adalah responden dengan pengetahuan baik sebesar 59,5%, mempunyai sikap baik 57, 1% dan 52,4% berperilaku hygiene. Hasil analisa bivariat ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku hygiene (p value 0,032) dan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku hygiene pengolah makanan (p value 0,562). Disarankan bagi Instalasi Gizi, meningkatkan pengetahuan tenaga pengolahan makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan hygiene sanitasi makanan , melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan pengawasan kinerja atau perilaku tenaga pengolah makanan.
Copyrights © 2017