Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan 19 isolat cendawan endofit asal lada sebagai agens pengendali hayati. Sebagai variabel pengamatan penyakit berupa distribusi pada jaringan tanaman dan kemampuan daya hambat terhadap Septobasidium spp. Pengamatan juga dilakukan terhadap komponen agronomis berupa daya kecambah, panjang tunas, diameter pangkal tunas dan panjang akar. Perlakuan berupa pengujian 19 isolat cendawan endofit, unit perlakuan berisi 10 biji lada/pot yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian mendapatkan 6 isolat cendawan endofit yang memiliki daya hambat kuat terhadap Septobasidium spp dan tidak menimbulkan dampak merugikan bagi tanaman berupa Gliocladium sp. Aspergillus flavus, A. niger, Fusarium spp., Trichoderma spp. dan T. harzianum. Dua isolat agens hayati tersebut Gliocladium sp. dan T, harzianum bahkan mampu memacu pertumbuhan tanaman berkisar 27-29%.
Copyrights © 2018