Abstrak Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” berdasarkan jenisnya merupakan museum umum dan berdasarkan kedudukannya merupakan museum provinsi. Kondisi yang terjadi saat ini pada museum adalah pada sisi ergonomi, sirkulasi, pencahayaan, sistem tata display koleksi museum yang tidak berstandar sesuai dengan teori dalam ilmu ergonomi dan perancangan ruang. Serta rancangan desain interior pada museum ini yang tidak efektif dan tidak ramah untuk pengunjung berkebutuhan khusus (difabel). Hal ini menyebabkan pengunjung merasakan kesulitan dalam melakukan pengamatan terhadap benda koleksi museum dan pengunjung kurang dapat memahami ilmu-ilmu yang terkandung pada benda koleksi museum secara efektif. Dari permasalahan di atas, hal tersebut akan dikaji dan didesain ulang dengan menggunakan teori ergonomi dan teori perancangan desain interior. Abstract The Lampung Province State Museum "Ruwa Jurai" by its type is a public museum and based on its position it is a provincial museum. The current condition of the Museum is on the side of ergonomics, circulation, lighting, display systems of museums that are not standardized in accordance with the theory of ergonomics and spatial design. And the design of the interior design of this museum is ineffective and not friendly to visitors with special needs (difabel). This causes visitors to find difficulties in making observations of museum collections and visitors are less able to understand the knowledge contained in museum collections effectively. From the above problems, it will be reviewed and redesigned using the theory of ergonomics and design theory of interior design.
Copyrights © 2018