Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan salah satu tanaman yang polpulasinya cenderung dengan produktivitas sebesar 0,6 ton/Ha pada tahun 2014. Hasil pengolahan kemiri menghasilkan limbah berupa tempurung mencapai 193,36 kg/ton. Analisis nilai kalori yang terkandung dalam tempurung kemiri mencapai 4920,25 kal/gr. Hal ini menunjukkan bahwa energi yang terkandung pada tempurung kemiri sebesar 4.920 kkal/ton. Data tersebut menjelaskan bahwa energi yang dihasilkan dari tempurung kemiri mencapai 319,56 MJ, namun sampai saat ini limbah tempurung kemiri belum dimanfaatkan. Limbah pertanian yang umumnya berupa padatan, dapat dimanfaatkan energinya dalam bentuk yang lebih sederhana melalui proses gasifikasi. Selain menghasilkan gas yang mudah terbakar, proses ini lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan pembakaran langsung. Salah satu cara untuk konversi limbah tempurung kemiri adalah melalui proses gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi biomassa menjadi bahan bakar berbentuk gas oleh adanya proses oksidasi parsial (oksigen terbatas) melalui reaktor yang disebut updraft gasifier. Level perlakuan (laju aliran udara) yang dicobakan untuk menghasilkan syngas yaitu: v1 (366.07 lpm), v2 (462.09 lpm), dan v3 (545.11 lpm).Hasil penelitian menunjukkan updraft gasifier dapat menghasilkan gas (syngas), dan digunakan sebagai sumber energi panas untuk proses penyangraian dan pengeringan. Kinerja gasifikasi terbaik pada updraft gasifier terjadi pada laju aliran udara v2 (462.09 lpm) yaitu lama penyalaan syngas mencapai 48 menit/3 kgbahan atau 16 menit/kgbahan. Suhu penyalaan berada pada kisaran 1550C - 6000C. Sumber energi panas yang dihasilkan dari biomassa tempurung kemiri dapat digunakan untuk proses pengeringan dan penyangraian bahan hasil pertanian. Kata Kunci : Gasifikasi, tempurung, kemiri, gasifier, updraft,
Copyrights © 2018