Menurut WHO, pada 2014, prevalensi obesitas di dunia sekitar 600 juta orang dewasa, Laporan Puslitbang tahun2015 jumlah remaja obesitas di Indonesia berdasarkan umur ≤ 12 tahun sebesar 4,27%, usia 13-15 tahun sebesar4,66% dan usia ≥ 16 tahun sekitar 6,7%. Data obesitas di Provinsi Jambi tahun 2015 sebesar 30,65%. Dataobesitasdi Kota Jambi tahun 2016 sebanyak 46 orang dan tahun 2017 sebanyak 55orang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik dan tingkat stres dengan kejadian obesitas padaremaja di SMAN 6 Kota Jambi tahun 2018.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruhsiswi kelas XI dan XII di SMAN 6 Kota Jambi tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 642 orang. Sampel dalampenelitian ini sebanyak 64 orang diambil dengan teknik proportional random sampling. Penelitian ini dilaksanakanpada tanggal 17 Juli 2018 di SMAN 6 Kota Jambi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat denga uji statistik chisquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden, 44 responden (68,8%) sering konsumsi fast food, 37responden (57,8%) melakukan aktivitas fisik dengan baik, 49 responden (76,6%) tidak mengalami stress dan 43responden (67,2%) dalam kategori tidak obesitas (normal). Ada hubungan konsumsi fast food (0,020) dan aktivitasfisik (0,000) dengan obesitas karena nilai p value (0,001) < 0,05. Tidak ada hubungan tingkat stres dengan obesitaskarena nilai p value 0,420 > 0,05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan informasi melalui kegiatan penyuluhan serta pembagian brosurmengenai pencegahan obesitas.
Copyrights © 2018