ABSTRAK Pacaran adalah suatu kegiatan dengan melibatkan dua insan manusia antara laki-laki dan perempuan yang saling memiliki gairah dan keintiman hubungan di antara mereka berdua, baik yang bersifat fisik maupun emosional. Hal ini berdampak pada penyimpangan prilaku remaja yang telah diambang batas. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui bagaimana pola asuh orang tua secara demokratis dan otoriter yang diterapkan pada remaja di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Mengetahui dampak dari pola asuh orang tua terhadap perilaku berpacaran siswa di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif meliputi proposif sampling, wawancara, serta menganalisis data dengan cara mereduksi data, mendeskripsikan serta membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran dampak pola asu orang tua yang menganut pola asuh permisif cenderung memberikan kebebasan terhadap prilaku berpacaran dapat dikatakan dalam bentuk terlalu toleransi, bebas atau pemberian kepercayaan yang berlebihan, Kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga, Informasi yang diberikan oleh orangtua tentang agama masih sangat umum, sedangkan pola asuh otoriter penyelesaian konflik dan masalah yang dilakukan orang tua siswa tersebut dapat dikatakan masih kurang bijaksana dikarenakan mereka mengambil cara kekerasan yang mengakibatkan anak mencari kebebasan dan kasih sayang diluar rumah. Serta dampak pola asuh orangtua terhadap remaja dapat dilihat prilaku berpacaran remaja yang diluar nilai-nilai agama serta norma sosial budaya yang di terapkan dalam masyarakat dan ketidak kawatiran anak terhadap prilaku yang merusak kehidupan mereka. Kata kunci : Pola asuh Orang Tua-Remaja, Perilaku Pacaran Siswa.
Copyrights © 2018