Mozaik Humaniora
Vol. 18 No. 2 (2018): MOZAIK HUMANIORA VOL. 18 NO. 2

Studi Etnografi tentang Nilai-Nilai dan Simbolisasi Tradisi Seblang Olehsari untuk Mencegah Kerawanan Pangan

Meirina Hapsah (Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU, Universitas Airlangga)
Siti Mufaidah (Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU, Universitas Airlangga)
Inriza Yuliandari (Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU, Universitas Airlangga)
Susy Katikana Sebayang (Program Studi Kesehatan Masyarakat PSDKU, Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2018

Abstract

Walaupun pembangunan di Indonesia mengalami peningkatan, masih ada wilayah di Indonesia yang tergolong dalam status rawan pangan atau waspada rawan pangan. Ketersediaan bahan pangan, keterbatasan akses dan penggunaan bahan pangan menjadi tiga faktor penyebab kerawanan pangan. Salah satu faktor tersebut mungkin berakar dari budaya masyarakat yang tidak mendukung. Namun sebaliknya, mungkin juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam budaya yang dapat dikembangkan untuk mencegah kerawanan pangan. Tradisi Seblang Olehsari di Banyuwangi dikenal sebagai tradisi yang dilaksanakan untuk mensyukuri hilangnya penyakit, gagal panen dan kerawanan pangan yang pernah terjadi di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis simbolisasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Seblang Olehsari yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan kerawanan pangan di kawasan ini ataupun di wilayah lain di Indonesia yang memiliki budaya serupa. Penelitian ini menggunakan motode etnografi dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan pada 12 informan kunci yang terdiri dari pelaku tradisi seblang, warga desa (petani dan ibu rumah tangga), dan budayawan tradisi Seblang. Hasil penelitian berupa informasi mengenai cara pandang masyarakat melihat seblang Olehsari dan Simbolisasi di dalam seblang olehsari yang berhubungan dengan kerawanan pangan. Terdapat 4 simbolisasi utama dalam ritual Seblang yang berhubungan dengan kerawanan pangan, yaitu anjuran bercocok tanam, kesuburan, perlindungan dan keanekaragaman pangan. Berbagai simbolisasiyang berhubungan dengan kerawanan pangan dapat menjadi pesan penting untuk intervensi pencegahan kerawanan pangan, misalnya menggiatkan bercocok tanam, melindungi dan merawat tanaman dan dorongan untuk mendiversifikasi pangan dan mengkonsumsi bahan pangan non-beras seperti yang digelar pada ritual Seblang.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

MOZAIK

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Mozaik Humaniora is a journal that focuses on the scope of humanities and accepts articles on cultural studies, linguistic and literary studies, as well as philology and historical studies. ...