Pada proses transmisi sinyal akustik bawah air di perairan dangkal yang bergelombang akan mengakibatkan pergerakan transducer yang secara tidak langsung akan meningkatkan gangguan pada proses transmisi sinyal. Makalah ini menganalisa pengaruh pergerakan transducer terhadap kualitas sinyal komunikasi akustik bawah air dengan pendekatan simulasi serta menerapkan metode passive time reversal mirror (PTRM) sebagai metode pemrosesan sinyal untuk meminimalisir pengaruh multipath effect dan meningkatkan kualitas sinyal. Pemodelan metode image digunakan untuk memodelkan kanal beserta interaksi sinyal yang terjadi saat proses transimisi. Dimana, tanki uji tarik kapal digunakan sebagai kanal atau media transmisi sinyal komunikasi akustik. Tiga jarak komunikasi antara sumber dan penerima sinyal disimulasikan kedalam pemodelan dengan mentransimisikan sinyal akustik Binary Phase Shift Keying (BPSK) sebesar 10 kHz dan membawa 100 bits simbol transmisi dengan waktu transmisi selama 0.02 s. Kemudian tiga variasi nilai sigma (s) 2.5 cm, 5 cm dan 10 cm diberikan sebagai representasi gerakan osilasi dari transducer dengan sebaran Gaussian. Dari hasil pemodelan didapatkan bahwa semakin jauh jarak komunikasi maka nilai bit error akan meningkat. Kemudian semakin besar pergerakan transducer atau nilai sigma (s) maka semakin acak waktu kedatangan pada setiap elemen ray di masing-masing respon impulse dari kanal sehingga nilai bit error akan meningkat pula. Dengan menerapkan serta mengaplikasikan metode passive time reversal maka bit error dapat diminimalisir sehingga dapat meningkatkan kualitas sinyal akustik yang diterima.. Dalam hal ini metode passive time reversal efektif untuk mengurangi pengaruh yang ditimbulkan oleh pergerakan transducer.
Copyrights © 2018